Mobil Autopilot dan Autonomous, Perbedaan Teknologi Tersebut

Mobil Autopilot dan Autonomous, Perbedaan Teknologi Tersebut

Konsep kendaraan saat ini banyak dipengaruhi oleh perkembangan teknologi. Termasuk mobil autopilot dan autonomous yang semakin populer beberapa tahun belakangan ini. Namun nyatanya masih banyak masyarakat belum tahu perbedaan keduanya.

Pro kontra sebenarnya masih mengikuti teknologi kendaraan ini. Namun bagi Anda yang ingin lebih melek teknologi, memahami perbedaan keduanya bisa menjadi tambahan informasi tersendiri. Berikut adalah detail informasi mengenainya.

Mobil Autopilot dan Autonomous, 7 Perbedaannya

Pada dasarnya kendaraan autopilot merupakan terbosan di dunia otomotif. Namun masih banyak yang belum bisa membedakannya dengan kendaraan tanpa awak (autonomous). Faktanya berbagai hal dapat membedakan keduanya.

Perbedaan sendiri dapat dilihat dari segi konsep, sensor, kemudi, pabrikan, produksi, hingga keamanan. Serupa tetapi tidak sama, berikut adalah 7 perbedaan kedua teknologi yang kami tuliskan di bawah ini.

1. Konsep dan Teknologinya

Pertama dari teknologi mobil autopilot serta autonomous ini sudah berbeda. Pada dasarnya konsep autopilot adalah self driving. Dimana konsepnya kemudi akan diambil alih oleh komputer.

Contohnya Tesla Model X yang pada dasarnya memiliki teknologi hampir sama dengan pesawat terbang. Berbeda dengan autonomous, dimana kendaraan benar-benar driver-less. Tepatnya tidak membutuhkan awak sama sekali.

2. Sensor

Kedua jenis kendaraan ini pada dasarnya memakai sistem sensor. Hanya saja pembedanya adalah dari jenis sensornya. Satu memakai sensor kamera, satu lainnya menggunakan light sense radar (LIDAR).

Pada autopilot, memakai sensor kamera spesifikasi tinggi sebagai pengganti mata pengemudi. Sehingga mampu melihat objek sekitar maupun jalan dilalui. Sedangkan LIDAR di autonomous akan menembak sinar laser, kemudian menangkap pantulannya.

👉 Trending :  Begini Fitur Terbaru Oppo Reno 7 z 5g Harga dan Spesifikasi | Simak!

3. Sistem Kemudi

Konsep autonomous sering dikenal sebagai kendaraan tanpa awak, sehingga benar-benar tidak memerlukan pengemudi. Lebih tepatnya sistem akan dikendalikan secara jarak jauh. Berbeda dengan autopilot yang konsepnya self-driving.

Maka perbedaan kemudi dapat ditemukan. Karena pada self-driving, pengemudi masih diperlukan keberadaannya. Misal untuk menyalakan dan mematikan mesin kendaraan. Setelah dinyalakan, baru pengemudi dapat mengaktifkan mode self-driving.

4. Pabrikan

Perbedaan berikutnya dari mobil autopilot dan autonomous adalah pabrikan atau produsennya. Pada kendaraan self-driving, produsen otomotif paling banyak memproduksi. Contohnya Tesla Motors, BMW, Audi, serta Bentley.

Sedangkan untuk kendaraan tanpa awak, produsennya kebanyakan adalah perusahaan teknologi raksasa. Contohnya ada Apple, Google, hingga Baidu. Bisa disimpulkan kendaraan yang banyak di pasaran adalah jenis autopilot.

5. Produksi serta Pemasaran

Seperti yang sudah dijelaskan, kendaraan self-driving sudah dipasarkan oleh produsen otomotif tertentu. Misalnya dari Tesla Motors. Sedangkan pada autonomous, produksinya masih dalam tahap pengembangan.

Berbagai faktor menyebabkan kendaraan tanpa pengemudi perlu banyak perbaikan. Salah satu contohnya dari segi pendanaan. Namun kini mobil autonomous sudah bisa dicoba di berbagai negara, termasuk Indonesia.

6. Tingkat Risiko serta Keamanan

Berbicara tingkat risiko serta keamanannya, keduanya memiliki risiko tersendiri. Bahkan di Indonesia pernah terjadi kecelakaan mobil autopilot. Begitu juga di luar negeri, misal Amerika Serikat terdapat kecelakaan mobil berteknologi ini.

Itulah mengapa pada dasarnya terdapat imbauan bahwa pengemudi tidak diperbolehkan menyerahkan kemudi 100 persen ke sistem. Lebih tepatnya teknologi digunakan untuk “pelengkap” tugas mengemudi, sehingga lebih mudah.

Sedangkan autonomous, permasalahan keamanan masih terjadi dalam proses pengembangannya. Contohnya masalah maneuver yang tidak diinginkan, hingga ditemukan masalah di software. Sedangkan keamanan dari pencurian, kemungkinan pada Tesla hanya 0,15 persen.

👉 Trending :  13 Rekomendasi Aplikasi Download Lagu dari Youtube Menjadi Mp3

7. Tingkatan Pada Self-Driving

Khusus kendaraan autopilot yang sudah diproduksi, terdapat beberapa tingkatan atau levelnya. Menurut NHTSA, terdapat enam level pada mobil masa depan ini, level 0 hingga 6.

Di mana level 0 pada dasarnya kontrol kendaraan masih sepenuh di tangan manusia. Kemudian sistemnya akan semakin otomatis ketika naik level. Maksimal level 5, seluruh tugas mengemudi sudah menggunakan sistem otomatis.

Bisa disimpulkan bahwa kedua konsep kendaraan masa depan ini memiliki beberapa perbedaan. Terutama dari segi pengendara, di mana autopilot masih membutuhkannya, sedangkan autonomous benar-benar tidak memerlukan pengemudi.

Selain itu berbeda juga dari sensor, pabrikan, produsen, hingga pemasaran. Misal sensor kamera pada self-driving, sedangkan kendaraan tidak berawak menggunakan LIDAR. Keamanan juga menjadi faktor pembeda keduanya.

Khusus kendaraan konsep self-driving yang banyak dipasaran, terdapat imbauan untuk tidak menyerahkan 100 persen ke sistem. Pada dasarnya, mobil autopilot dan autonomous merupakan kendaraan masa depan yang masih perlu banyak pengembangan.